Banyak sekali artikel yang membahas tentang sejarah psikologi dari zaman yunani sampai sekarang ini. Psikologi behaviorisme merupakan salah satu aliran yang paling banyak dipakai dalam berbagai bentuk jenis terapi. Namun, tidak sedikit pula yang menentang akan paham daripada behaviorisme ini dengan anggapan bahwa tingkah laku manusia tidak bisa disamakan dengan tingkah laku binatang. Tapi, tidak sedikit pula yang merasakan manfaat daripada teori behaviorisme ini. Contoh kecil penelitiannya yakni, penelitian pavlov tentang seekor anjing. Awalnya pavlov melakukan operasi kecil pada anjing sehingga air liurnya nampak jelas. setelah itu ia mencoba berbagai percobaan mengenai stimulus air lur. Mula2 anjing diberi makanan dari kejauhan air liurnya pun keluar, kemudian pavlov mencoba membiasakan anjing dengan suara lonceng sebelum keluar makanan. Lama kelamaan ternyata bunyi dari suara lonceng tersebut membuat respons air liur keluar secara spontan yang disebut dengan Conditioned Reflex. Secara singkat, penulis mencoba merangkum agar lebih mudah dipahami. Mari kita ulas!
1. Psikologi
Behaviorisme (Graham JB. Watson, 1913)
Merupakan aliran yang fokus pada perilaku dan menekankan bagaimana peran
stimulus2 yang ada diluar diri manusia membentuk perilaku melalui proses
belajar(Glassman & Hadad, 2009).
Menurut Graham (2017) :
a.
Psikologi buklan science of mind, tapi science
of behavior;
b.
Menjelaskan perilaku lebih karena faktor2
eksternal, bukan internal (Motivasi, pikiran dll);
c.
Mengembangkan teori2 menggunakan istilah2
perilaku.
Sejarah singkat : kemunculan
behaviorisme sendiri sebenarnya tidak lepas dari pengaruh fungsionalisme
McCattel dan Wiliam James yang bukan hanya memelajari fungsi kesadaran, tapi
juga memelajari perilaku (Hargenhahn, 2009). Fungsionalisme sendiri terpengaruh
oleh teori evolusinya Darwin, yang beranggapan bahwa evolusi terjadi bukan hany
aspek fisik, tapi juga aspek psikologis. Akibat pandangan tersebut, para
fungsionalisme lainnya seperti John B Watson dan Edward Lee
Thorndike(1874-1949) melakukan penelitian terhadap binatang yang mendorong
munculnya psikologi binatang atau Animal
Psychology. Dikembangkan dibeberapa pusat pengembangan psikologi seperti
harvard, chicago, columbia dan lain2 (Greenwood, 2009). Pada tahun 1913, JB. Watson dianggap sebagai
pendirinya, aliran baru yang menentang strukturalisme dan fungsionalisme.
Baginya, jikalau ilmiah. Psikologi harus fokus terhadap sesuatu yang diamati,
yaitu perilaku.
Perkembangan : Menurut Schultz dan Schultz (2010), terbagi menjadi tiga
tahap, diantaranya :
a.
Behaviorisme Radikal : Terbentuknya sejak
pertama kali behaviorisme muncul sampai dengan tahun 1930an yang didirikan oleh
Watson. Fokus terhadap perilaku yang diamati dan menghindari pembahasan
mengenai kondisi mental (Greenwood, 2009).
Tokoh2 : Ivan Petrovitch
(1849-1936)
:
John Broadus Watson (1878-1958)
: Edward Lee
Thorndike (1874-1949)
: Vladimir M.
Bechterev (1857-1927)
b.
Neo-Behaviorisme : bersumber dari gagasan Tolman, Hull dan
skinner pada 1930-1960an. Sudah ada pengaruh dari Logical Postivism yang mengakui adanya dua jenis sains, yaitu
empitis dan sains rasio (Hergenhahn,2009).
Tokoh2 : Edward Chace Tolman
(1886-1959)=> Purposive Behavior
: Clark Leonard
Hull (1884-1952) => Hipothetice, Deducative Intervening
: Edwin Ray
Guthrie (1886-1959) => Law
Of Effect, Readness & Principle Conting.
: B.F Siknner
(1904-1990) => Operant Conditioning Schedule of Reinforcement.
c.
Sosio-Behaviorisme : penggagas Albert Bandura
dan Rotter pada 1960-1990an. Bandura mengkiritik behaviorisme radikal yang menganggap
hubungan antara perilaku da lingkungan yang bersifat deterministik. Ia
menawarkan Social Learning Theory. Yang
meyakini adanya interaksi perilaku, kognisi dan lingkungan serta perilaku
manusia bisa diperoleh melalui modeling (Bandura, 1966) dan Rotter mnyampaikan
gagasan mengenai Locus Of Control, yaitu pentingnya
hubungan perilaku dan penguatan.
Tokoh2 : Albert Bandura
(1925-sekarang)
: Julian B. Fotfer
(1916-sekarang)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar